Selasa, 11 November 2014

Puluhan Massa Paulina Watopa Demo ke Kantor Gubernur

Rabu, 12 November 2014 12:59

Puluhan Massa Paulina Watopa Demo ke Kantor Gubernur

Sekda Papua, T.E.A. Herry Dosinaen saat memberikan penjelasan kepada para pendemo
JAYAPURA – Puluhan massa dari mantan Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Uncen Jayapura dr. Paulina Watopa mendatangi Kantor Gubernur Papua, Selasa (11/11) kemarin. Kedatangan massa diterima Sekda Papua, T.E.A. Herry Dosianen, Kepala Biro Humas dan Protokoler Sekda Provinsi Papua, F. X. Mote, Kepala Dinas Kesehatan Papua, drg. Aloysius Giay, M.Kes, Direktur RSUD Abepura, Dr. Jhon Manangsang.
  Puluhan massa yang menamakan dirinya Forum mahasiswa pemuda peduli kesehatan yang terdiri dari masyarakat adat tanah merah, mahasiswa dan berbagai komponen masyarakat yang peduli terhadap kesehatan, meminta kepada Pemerintah Provinsi Papua dalam hal ini Gubernur Papua untuk mengganti dekan FK Uncen yang saat ini dijabat Yohanes Krey.
  Menurut pendemo Demo, Herman Nerotouw, penolakan ini menyusul ketidakpuasan mahasiswa FK yang menilai bahwa pergantian dekan tidak sesuai prosedur dan UU Kesehatan No 23 Tahun 2003, dimana seorang dekan fakultas  kesehatan harus dijabat oleh seorang dokter, sedangkan dekan FK saat ini yakni Yohanes Krey bukan dari kalangan kesehatan yang mengerti mengenai permasalahan di FK ini.

  Forum Mahasiswa Pemuda Peduli Kesehatan meminta gubernur Papua sebagai penentu kebijakan dapat melihat persoalan ini lebih jernih lagi dan mengangkat dr. Paulina Watofa kembali menjadi dekan FK, hal ini karena Paulina Watofa sebagai wanita pertama pencetus berdirinya Fakultas Kedokteran Uncen sejak tahun 2002 dan perjuangan ini kiranya harus dihargai pungkasnya.
  Ditempat yang sama, Sekda Papua, T.E.A. Herry Dosinaen, menyatakan, masalah FK Uncen merupakan tanggung jawab sepenuhnya Rektor Uncen, dan juga pergantian dekan FK itu berdasarkan keputusan Senat Uncen dan disini Gubernur Papua tidak mengintervensinya, tetapi aparatur pemerintah yang ditugaskan oleh gubernur ketika itu menyelesaikan masalah itu supaya bagaimana FK Uncen dapat berjalan dengan baik aktifitas perkuliahaannya.
  “Dinamika yang berkembang, banyak mahasiswa yang ribut tentang pergantian dekan FK dan sebagainya, Pemerintah Provinsi Papua dan gubernur melihat hal ini secara komprehensif jangan sampai kejadian FK terus menghambat aktifitas akademik di akademika Uncen,” ungkapnya kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa, (11/11).
  Tetapi yang jelas bahwa dengan banyak kepentingan yang datang untuk mem-presurre tentang hal ini. Maka disini akan mempertemukan semua pihak agar melihat masalah ini secara jelas. Namun yang paling utama adalah manajemen FK dikelola dengan baik, sehingga semua aktifitas di FK dapat berjalan dengan baik pula. Soal siap dekan FK defenitif itu hak Senat Uncen.
  Ditegaskannya, bagi pihak-pihak yang berkepentingan agar jangan terprovokasi dengan isu-isu yang tidak bertanggung jawab, karena dengan kondisi seperti ini ada yang memanfaatkan situasi yang ada untuk memboncengi kepentingannya.
  “Keadaan seperti ini kan masyarakat melihat potensi konflik, ya jangan sampai ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi ini untuk memprovokasi keadaan yang akhirnya situasi keamanan menjadi tidak menentu di Kota Jayapura,” tandasnya. (nls/don)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar